Nasihat

Jangan Bersedih Atas Musibah

Di antara konsekuensi yang harus kita terima sebagai mukmin adalah kita akan mendapatkan ujian-ujian keimanan. Ujian keimanan itu datang dari Allah, Tuhan kita yang menciptakan dan mengatur kehidupan ini. Dengan ujian-ujian itu, Allah mengetes kualitas iman kita, siapa di antara kita yang imannya benar dan palsu, siapa yang imannya kuat dan siapa yang lemah, siapa di antara kita yang punya semangat hidup dan punya mental pemenang. Allah telah menetapkan sebuah kaidah dalam ujian ini, yaitu:

“Barangsiapa yang ridha maka dia akan mendapatkan ridha Allah (pahala dan balasan yang dijanjikan). Dan barang siapa yang marah-marah saat mendapatkan ujian, maka ia akan mendapatkan murka Allah Swt.”

Apakah untuk itu saja tujuan Allah menciptakan dan memberikan ujian kehidupan? Selain untuk menguji dan menaikkan kelas keimanan kita, ternyata ujian kehidupan yang diberikan juga bertujuan untuk menghapus dosa-dosa kita.

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah ra., dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata, “Seorang muslim yang tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, maupun kedukacitaan, sampai yang tertusuk duri pun niscaya Allah akan mengampuni dosanya sesuai apa yang menimpanya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, senantiasa mendapatkan cobaan, baik dirinya, anaknya, maupun hartanya sehingga ia menghadap Allah Ta’ala tanpa membawa dosa. “ (H.R. At-Tirmidzi).

Dari dua hadis di atas kita bisa memahami bahwa musibah (ujian kehidupan) yang menimpa seorang mukmin adalah media penghapus dosa baginya. Kemudian, Allah ingin setiap mukmin bersih dari dosa, nanti saat berpulang kepada Allah dan menghadap kepada-Nya dia tidak membawa dosa.

Apakah ada syarat dan ketentuan yang berlaku? Ada tentunya, syarat dan ketentuan adalah kaidah musibah yang di atas sudah disampaikan, yaitu:

“Barangsiapa yang ridha maka dia akan mendapatkan ridha Allah (pahala dan balasan yang dijanjikan). Dan barang siapa yang marah-marah saat mendapatkan ujian, maka ia akan mendapatkan murka Allah Swt.”

Mari mulai lebih memaknai dan menyabari setiap musibah yang menimpa kita, agar ia menjadi kebaikan bagi kita dan menjadi media penghapus dosa-dosa kita. Karena itulah salah satu cara Allah menghapus dosa kita. Jangan bersedih, karena sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Oleh Ust. Romli Mustofa (Ketua Harian Masjid Agung TSB)
Editor: Fadil Ibnu Ahmad

Masjid Agung Trans Studio Bandung

Masjid Agung Trans Studio Bandung

Ingin tulisan anda dimuat di web kami? Silahkan kirim tulisan anda via email ke masjid.transstudiobandung@gmail.com.

Leave a Reply

X