PROFIL MASJID

Latar Belakang Pembangunan

Melihat dan merasa bahwa umat muslim saat ini sudah mumpuni dalam masalah perekonomian, apalagi dengan tolak ukur bahwa banyak pengunjung mall terutama dari kalangan ibu-ibu/muslim ahyang datang dengan berpakaian yang sudah syar’i namun tetap fashionable. Maka, bapak Chairul Tanjung beinisiatif untuk membangun sarana peribadatan yang sesuai dengan masyarakat muslim menengah keatas di kawasan perbelanjaan dengan tujuan untuk memperhatikan pula dalam masalah ibadanya. Itulah mengapa masjid ini dibangun di kawasan bisnis.

Masjid ini juga didedikasikan untuk ibunda Bapak Chairul Tanjung. Melihat anaknya yang sukses dengan berbagai lahan bisnis seperti perhotelan, pusat pembelanjaan, televisi swasta dan lain-lain tidak membuatnya merasa bahwa anak tercintanya telah memiliki kesuksesan selagi tidak ada masjid yang anaknya bangun.

Pembangunan memakan waktu sekitar 2 tahun lamanya dan mulai digunakan sebagai sarana ibadah pada bulan November 2014. Pada awalnya, masjid hanya digunakan pada 4 waktu shalat saja yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Namun, pada bulan April 2015 barulah masjid ini membuka pelayanan jasa untuk shalat Shubuh.

Arsitektur Bangunan Masjid

Pembangunan masjid menghabiskan kurang lebih 60 M, dan itu belum termasuk tanah. Mengusung tema arsitektur Masjid Nabawi, masjid yang diresmikan dengan nama “Mesjid Agung Trans Studio Bandung” telah menyita banyak perhatian. Karena, semua pilar yang berada di masjid tersebut dibuat mirip dengan pilar yang berada di Mesjid Nabawi, Madinah, dengan ornamen tambahan berupa kaligrafi bertuliskan asma Allah dan penggalan dari ayat suci Al-Quran.

Terdapat lima kubah dengan satu kubah utama yang dilapisi dengan lembaran emas juga ditimpa kembali dengan bahan tertentu untuk menjaga keaslian dari emas tersebut. Jendelanya pun membawa suasana Masjid Nabawi dengan corak belang hitam-putih dan ornamen di sana didominasi oleh warna emas. Pintu utamanya terinspirasi dari pintu utama masjid Nabawi pula yang berada di Madinah.

Masjid ini bisa menampung sekitar 2.500 jemaah, terhiung dari lantai utama sampai mezanin di lantai 2. Terdapat juga ruang ballroom di bawah yang bisa dipergunakan untuk acara seperti acara walimah urusy, rapat, dan perayaan lainnya.

Tamu Spesial yang Mengisi Kajian

Banyak tamu agung yang pernah berkunjung ke mesjid ini. Salah satunya adalah Imam besar Masjidil Harom yaitu Syekh Adil Alkalbani dan juga muadzin dari Masjidil Haram juga tamu dari Palestina yang saat mengisi salah satu kajian. Tamu penting lainnya seperti Syekh Ali Jaber, Aa Gym, Mamah Dedeh, Ust. Wijayanto, istri dari mantan comedian Caesar. Selain itu, ada Indadari, Peggy Melati Sukma, dan uga tokoh masyarakat sepeti Ridwan Kamil beserta istri, juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta istri.